Kandidiasis

Infeksi jamur dapat dibagi menjadi infeksi superfisial dan dalam. Di antara infeksi superfisial yang sering ditularkan melalui hubungan seksual adalah infeksi olah Candida spp.,sedangkan infeksi dalam mungkin disebabkan oleh keganasan jamur sendiri atau karena penurunan resistensi tuan rumah khususnya pada gangguan kekebalan tubuh. Timbulnya infeksi oleh jamur oportunistik makin meningkat antara lain akibat penggunaan luas antibiotika spektrum lebar dan imunosupresiva, kemajuan dalam bedah transplantasi dan katup jantung,peningkatan penggunaan cannulae iv jangka panjang khusus-nya untuk nutrisi parenteral. Adanya organisme yang termasuk genus Candida dalam/pada badan dikenal sebagai kandidiasis atau kandidosis digunakan untuk menunjukkan status nonpatogenik atau komensal. Tempat yang paling umum terdapat Candida spp.adalah mulut, saluran anorektal, saluran kelamin dan kuku (dalam lingkungan terbatas). Cara penularan terutama adalahkontak langsung orang ke orang, khususnya tinggi pada kelompok aktif , seksual.Sumber infeksi antara lain saluran pencernaan, kambuhan,atau transmisi seksual. Sekitar 20% pria pasangan dari wanitadengan kandidiasis vagina kambuhan menunjukkan kolonisasikandida pada penis, khususnya pada pria tidak dikhitan pada daerah sulcus corona (biasanya asimtomatik); 4 x lebih banyak pada pria pasangan wanita yang terinfeksi daripada pria pasangan wanita yang bebas infeksi. Sebenarnya wanita memiliki mekanisme pertahanan alami vagina, antara lain sistem humoral, fagositosis, imunitas yang dimediasi sel, dan yang penting flora vagina yaitu melalui mekanisme kompetisi untuk nutrisi dan bakteriosin yang menghambat pertumbuhan dan germinasi ragi. infeksi jamur merupakan infeksi yang paling utarna dari infeksi vagina dan C. alhirans merupakan penyebab utama kandidiasis genital di samping T. glabrata. Kandidiasis vulvo-vagina (VVC) atau vaginitis kandida khususnya di daerahtropis dan subtropis sangat umum. Hampir 85-90% jamur yang terdapat pada vagina adalah strain Candida albicans danTorulopsis glabrata. Organisme kandida bersifat di morfi danterdapat pada manusia dalam berbagai fasa fenotip. Untuk kolonisasi Candida spp. pada epitel vagina, mula-mula harus melekat pada sel epitel dan sumbernya terutama berasal daridaerah perianal. Vaginitis kandida terutama menonjol padawanita usia subur khususnya pada status sosioekonomi rendah dan selama kehamilan. Kolonisasi mungkin simtomatik/asimtomatik yang biasanya ditentukan oleh perubahan lingkungan vagina yang menginduksi efek patologis.

Faktor-faktor predepsisi

  • Kehamilan : selama kehamilan vagina menunjukkan peningkatan kerentanan terhadap infeksi Candida spp. Sehingga prevalensi kolonisasi vagina dan vaginitis sirntomatik meningkat khususnya dalam trimester ketiga. Diduga estrogen meningkatkan perlekatan Candida spp. pada sel epitel vagina dan secara langsung meningkatkan virulensi ragi:
  • Kontrasepsi oral : khususnya pada kadar estrogen tinggi.
  • Diabetes mellitus : frekuensi kolonisasi lebih tinggi (merupakan faktor predeposisi bila tidak dikontrol).
  • Antibiotika : timbulnya VVC simptomatik sering terjadiselama pemakaian antibiotika oral sistemik khususnya denganspektrum lebar seperti tetrasiklim, arnpisilin dan sefalosporinkarena eliminasi flora bakteri vagina yang bersifat protektifseperti laktobasilus.
  • Lainnya: pakaian yang ketat rapat dengan celana dalam nilon meningkatkan kelembaban dan suhu daerah perineal sehingga insiden VVC meningkat.
Manifestasi klinis Pruritus dan duh vagina merupakan keluhan umum tetapi tidak spesifik VVC. Nyeri vagina, iritasi, rasa terbakar, dyspareunia dan dysuria eksternal juga sering rnenyertai, bausedikit dan tidak menonjol, eritema dan bengkak labia serta vulva. Yang khas adalah bahwa gejala meningkat seminggu sebelum menstruasi dan sedikit menurun dengan mulainyahaid meskipun kadang-kadang Candida spp. Menyebabkan balanophositis pada pasangan wanita dengan kandidiasis, yanglebih sering terjadi adalah ruam sementara, eritema dan pruritus atau sensasi terbakar pada penis yang muncul dalam beberapa menit/jam setelah hubungan seksual.Kelangkaan relatif spesifisitas simptom dan tanda-tanda menyebabkan diagnosis didasarkan pada sejarah dan pemeriksaan fisik semata. Kebanyakan penderita vaginitis simptomatik dengan segera didiagnosis berdasarkan pengamatan rnikroskopik dasar sederhana terhadap sekresi vagina danpenentuan pH.

Penatalaksanaan
Kandidiasis mungkin merupakan penyakit yang tidakditularkan melalui hubungan seksual dari wanita, tetapi 20% wanita dengan VVC pasangan prianya memiliki koloni Candida spp. pada penis dengan atau tanpa gejala. Bila ada gejala, pada wanita biasanya karena faktor disposisi seperti hamil,penggunaan antibiotika, diabetes, imunosupresi atau peng-gunaan kontrasepsi oral. Diagnosis melalui pemeriksaan sekresi vagina atau biakan.
  • Vaginitis akut: pada umumnya penatalaksanaan koloni-sasi vagina tanpa gejala dan penatalaksanaan akut samadengan kambuhan/kronis, hanya berbeda dalam hal lamaterapi. Tetapi VVC simptomatik selain dengan turunan imi-dazol yang bekerja pada membran sel jamur dapat juga denganpoliena seperti nistatin dan amfoterisin B yang berikatan padatempat sterol pada membran sitoplasma sel jamur sehinggamengganggu permeabilitasnya. Bahan lain yang bermanfaatantara lain asam borat, povidoniodin, K sorbat dan asampropionat bentuk sediaan bisa topikal atau sistemik per oral. Pada kehamilan vaginitis akut biasanya dapat diatasi dengan antijamur topikal tetapi dengar jangka waktu pemakaian lebih lama (1-2 minggu).
  • VVC kronis dan kambuhan : batasan kambuhan adalahpaling sedikit ada 4 episoda mikrologis simptomatik yang ter-bukti dalam 12 bulan terakhir di luar patogen vagina lain yangumum. Langkah pertama yang harus diambil adalah identi-fikasi dan eliminasi sebab-sebab yang mendasar, misalnyadiabetes yang tidak dikontrol, pemakaian kortikosteroid atau imunoupresivi lain serta hormon. Pengobatan biasanya ber-dasarkan diagnosis sendiri dengan terapi topikal, preskripsibisa diulang dan dimulai lagi dengan adanya gejala-gejalakambuhan, misal kotrimazo 500 mg dosis tunggal. Beberapastudi menunjukkan bahwa terapi profilaksis jangka panjangmengurangi secara berarti frekuensi episoda VVC sirnpto-matik, misalnya dengan ketokonazol 100 mg sehari selama 6 bulan (perlu pertimbangan kemungkinan toksisitas jangkapanjang). Cara lain yang banyak digun akar untuk mencegah kambuhan adalah menambahkan nistatin dalam terapi dengan tujuan mengurangi risiko reinfeksi vagina dari reservoirintestinal persisten. Suatu pilihan pendekatan pemeliharaanjangka panjang terapi antikandida untuk VVC kambuhanadalah penggunaan hiposensitisasi dengan suatu antigen.

Antijamur profilaktik tidak dianjurkan rutin untuk menyertai terapi antibiotika pada wanita, tetapi pada wanita dengan VVC kambuhan yang diketahui bahwa antimikroba merupakan faktor penyebab yang tidak dapat dihindari maka penggunaan antijamur topikal bersamaan dapat dibenarkan(non-oral). Dalam penanganan VVC kambuhan/kronis perluditekankan pentingnya dukungan, keyakinan dan konsultasi,karena vaginitis kronis menyebabkan dyspareunia kronisdengan gangguan hubungan seksual atau perkawinan yangmungkin menjadi permanen dan tidak dapat diperbaiki lagi.

PROTOZOA

T. Vaginalis

Trikomoniasis, suatu infeksi oleh protozoa berflagela : T.Cermin Dunia Kedokteran No. 130, 2001 13` vaginalis, merupakan infeksi PHS yang umum. Diketahuisejak 1836, tetapi dianggap sebagai organisme komensal dan baru diketahui sebagai patogen pada pertengahan abad ke-20.Terapi tidak memadai sampai ditemukannya metronidazol tahun 60-an dan kemudian turunan 5-nitroimidazol lainnya yang diketahui efektif sistemik. T. vaginalis melekat pada membran mukosa, bersifat anaerob, berbiak dengan fisi binerdan terdapat sebagai sel vegetatif belaka. Prevalensi padakelompok tertentu berhubungan dengan ambang aktivitas seksual dan juga dipengaruhi oleh metoda kontrasepsi, terutama metoda barier dan kontrasepsi oral. infeksi eringkalibersamaan dengan gonoroe, penularan non-seksual yangterbanyak adalah perinatal. Virulensi, organisme, kepekaandan reaktivitas tuan rumah, pola epiderniologis seperti infeksi gabungan menentukan tingkat keseriusan klinik. Pada wanitadengan trikomoniasis organisme dapat diisolasi dari vaginapada 95% infeksi dan dari saluran urine 5%, sedangkan padapria tempat infeksi yang umum justru uretra.

Infeksi pada wanita bervariasi dari karier asimptomatiksampai ke infeksi akut yang berat. Lingkungan vaginamempengaruhi patogenitas trikomonas dan bervariasi dari waktu ke waktu pada orang yang sama (misalnya haid, pH, potensial redoks, ambang, hormon atau mikroba lain), sedangkan pada pria biasanya asimptomatik. infeksi padawanita biasanya menimbulkan respons inflamasi akut denganduh vagina yang mengandung sejurnlah besar neutrofilpolimorfonuklir (PMN). infeksi berulang umum, tetapi tak menimbulkan kekebalan yang secara klinis berarti. Pada priasebagian kecil menyebabkan NGU (uretritis non gonoroe) disamping C. trachomatis atau U. urealyticum. Dibandingkan dengan PHS lain, tidak ada komplikasi lanjut, lagi pula efeknya kecil pada kehamilan. Diagnosis klinis berdasarkan tanda dan gejala pada wanita maupun pria tidak cukup; dibutuhkan deteksi parasit dengancara mikroskopik langsung atau perbenihan. Trikomoniasispada pria tidak mungkin dibedakan secara klinis dengan NGU oleh sebab lain, tetapi respons pengobatan mungkin memberikan petunjuk. NGU yang tidak memberikan respons ter-hadap terapi standard untuk klamidia dan ureaplasma mungkin menunjukkan trikomoniasis. Pengobatan yang efektif dengan rnetronidazol yang pertama kali digunakan tahun 1959 untukpenatalaksanaan infeksi protozoa dan turunan 5-nitroimidazollain seperti tinidazol. ordinazol (MIC <>

Cara membedakan keputihan fisiologi dan patologi

Leukoria fisiologis

Leukorea fisiologik ditemukan pada :

  • Bayi yang baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari,disebabkan pengaruh estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina
  • Waktu di sekitar menarche karena mulai terdapat pengaruh estrogen.
  • Wanita dewasa apabila dia dirangsang sebelyum dan pada waktyu coitus
  • Waktu disekitar ovulasi

Leukorea patologik jika ada infeksi. Disini cairan mengandung banyak leukosit dan warnanya agak kekuningan sampai hijau,seringkali kental dan berbau.

Tidak ada komentar: